CitraPramana

it's just my story

Rise and Fall March 14, 2012

Filed under: Uncategorized — Citrapramana @ 2:56 pm

Hubungan antara karir dan percintaan seorang perempuan itu berbanding terbalik. Saya udah menyadari ini dari 2 tahun lalu, more or less-lah. Dulu begitu diputusin sama pacar yang terakhir, tau-tau dapet kerjaan yang ENAAAAAAK banget. Waktu kerja yang fleksibel, salary yang lebih besar dari kantor sebelumnya, bosnya baik, kerjaannya juga bikin saya nambah ilmu banyak banget. Memang belum sampai pada titik karir gemilang yang saya impi-impikan selama ini, tapi saya ngerasa ini memang path-nya untuk mencapai ke sana. Memang pada saat itu saya ditakdirkan buat fokus ke karir dan sekolah saya kali yah. Tuhan itu Maha Baik, Pasti ada hikmah dibalik segala-galanya. Everything happens for a reason, right?

Abis saya putus, saya bener-bener fokus sama kerjaan sama kuliah. Alhamdulillah saya lulus kuliah juga, akhirnya. Berbagai alasan sebagai pembenaran kelulusan saya, selain bukti bakti saya terhadap orang tua juga untuk membuat si “mantan pacar” agak eneg juga dan pengen dia sedikit menyesal karena udah mutusin saya. Yah kan ego manusia memang begitu dari lahir bukan? Selalu pengen jadi yang terbaik, makanya saya mau nunjukin ke mantan saya itu kalau sekarang saya sudah lebih baik dari saya yang dulu. Anyway, saya diputusin karena saya diselingkuhin sama temen sekampusnya. Sekalian deh saya nunjukin kalau saya lebih baik dari cewek itu dalam segala hal.

 

Back to topic, yah when it comes to career and love it can be two things inversely. Saat percintaan lagi diatas angin, bisa jadi study atau career stuck, tapi saat lagi dipecundangi sama cinta kalau saya sih pelariannya yah ke kerjaan atau pada saat itu saya semangat skripsian. 😀 good things come from bad things, tapi moga-moga yah nggak gitu juga, harusnya good things always comes from me sih. Tapi dari beberapa cerita teman, yang saya analisa sih gitu.

Misalnya, ada seorang sahabat saya nih, sebelum dia kerja sama pacarnya waktu itu seneng-seneng aja. Saya sendiri sampai suka ngiri sama gaya pacaran mereka. Asik, santai bukan kayak pacaran, kayak sahabatan biasa aja. Tapi begitu temen saya ini keterima kerja, entah dateng setan dari mana tiba-tiba mereka putus aja dengan alasan -yang menurut saya- mengada-ada. Entahlah, di situ pemikiran saya tentang karir dan cinta muncul lagi. Teori suka-suka yang saya simpulkan sendiri dengan analisa seada-adanya. 😀 Dan setelah putus, bener aja deh karirnya dia berjalan lancar tuh.

Lalu sahabat saya yang lain, kalau ceritanya yang satu ini bukan di karir. Kebetulan dia belum nyelesaiin kuliahnya. Agak terhambat di tugas akhirnya. Lalu karena alasan yang masuk akal (mereka pasangan LDR, bukan cuma jarak yang jadi issue perbedaan waktu juga) akhirnya mereka putus, dan gak sampai sebulan teman saya ini bisa menyelesaikan tugas akhirnya dia dan sekarang dia tinggal nunggu sidang. Another story to strength my theory.

 

Ahh tapi bukan mau selalu menyalahkan lelaki kok, nggak kok nggak bilang kalau lelaki sebagai penghambat kesuksesan karir cewek. Cuman yah dalam keadaan di sekitar saya seperti itu adanya. Dan saya juga percaya, di belakang kesuksesan seorang pria ada wanita yang sabar dan mendukung pasangannya. Hehehe Tapi yah balik lagi sama pribadi masing-masing juga sih. Ada aja yang kalau putus dari pacarnya malah galau, malah makin males buat ngapa-ngapain sampe ada juga yang males hidup. Kasihan, kalau kayak gitu palingan cowoknya cuma bisa bersyukur mereka putus. Apa coba yang diharapin dari cewek yang males-malesan gitu? Males dandan, males makan ngakibatin badannya kurus, mukanya kuyu, sayu gak bersemangat. Pastinya cowoknya juga males kali macarin cewek kayak gitu lagi, mendingan nyari cewek lain yang lebih bersemangat akan hidup, cantik, dandan karirnya bagus. Nah, itu tuh kita! Makanya kalau udah putus, ngapain sih malah makin ngejatuhin diri. Inilah saatnya buat kita bangkit, tunjukin ke dia kalau kita worth to fight. Then when he’s fight back for us, pada saat itu kita sudah cantik, karir bagus. Dan pada saat itulah kita cuman bilang, “ahh c’mon, dude! Not you again!” lalu kita melenggang dengan anggun meninggalkan dia. 🙂

 

 

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s