CitraPramana

it's just my story

Stop and Stare March 17, 2012

Filed under: Uncategorized — Citrapramana @ 2:12 pm

Baru saja berbincang dengan seorang teman dan mendapat banyak sekali insight. Haaaah.. Lega rasanya kalau sehabis ngobrol dengan orang dan saya mendapat banyak masukan dan pikiran jadi lebih terbuka.

Awalnya kami cuma ngobrolin tentang HTS-an (Hubungan Tanpa Status) atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan “Friendzone”, haha saya mah gak keberatan sama istilah ini, da cuman istilah doang dan toh itu yang banyak terjadi sekarang ini. Saya nggak tahu kalo ternyata ini istilahnya, tapi jujur sebelum istilah ini ngetop saya sering terjebak (duh, sebenernya kata “terjebak” itu kasar sih, karena kalau “terjebak” kan berarti seharusnya saya gak sadar, tapi kalau ini saya sadar kok. Tapi karena nggak nemuin kata lain, makanya saya pakai kata ini). Anyway, secara sadar saya sering berada di zona ini dan saya nggak keberatan. Tapi yang saya bingung, kenapa orang-orang sekarang justru mempermasalahkannya yah? *bingung* Saya itu bukan orang yang mementingkan status, honestly. Tapi kalau saya suka, saya akan bilang suka, that’s all. Saya nggak akan minta lebih, saya nggak nuntut yang macem-macem, unless dia yang minta dan status “pacaran” nggak akan menjadi beban buat saya. Yang ada yah jalanin aja dulu sekarang, ntar kalau di tengah jalan ada jalan bercabang yah tinggal diomongin ke dia mau gimana, masih mau jalan bareng apa sendiri-sendiri? Yah gitu doang kok disusahin. Apa gunanya komunikasi dan saling pengertian dong? Ya kan? Iya dong?

Apa? Kalau pacaran itu serius, kalau cuma “friendzone” itu gak usah serius? Nggak juga! Emang kalau suka sama orang nggak serius? Sama kok seriusnya. Justru menurut saya berada di “zona teman” akan lebih membuat nyaman, bisa bebas ngungkapin perasaan masing-masing tanpa harus ngejaga perasaan satu sama lain. Tinggal bilang kalau emang ada cewek/ cowok lain yang lebih menarik.

Duh, tapi bukan berarti saya gak mau pacaran. Saya mau kok pacaran (#eaaa) sama orang yang saya yakin untuk saya seriusin. Hehe iya, saya mau pacaran sama orang yang saya yakin bisa sejalan terus sama saya sampe tua. 🙂 (tadinya mau nulis “yang saya yakinin bisa jadi bapak dari anak-anak saya” tapi alasan saya menikah bukan untuk “meneruskan keturunan” apalagi “for the sake of becoming perawan tua” cih!)

Saya mau menikah yah karena saya mau dan supaya saya punya teman untuk menemani saya di hari tua. But, selagi saya masih dikelilingi teman-teman, I will not worried about not getting married. Karena kan semakin kita tua, teman-teman kita semakin sedikit semakin sedikit dan yang tersisa hanya satu orang untuk menemani hidup. Saya nggak mau kesepian di masa tua saya, nggak mau nanti nggak ada orang yang nemenin ngobrol. Soalnya kalau udah tua nggak ada yang diajakin ngobrol bisa cepet pikun katanya. Heheh

Makanya kalau nemu orang “match” saya nggak akan buru-buru buat nyeriusin dia. Kalau saya suka, saya akan bilang, tapi saya nggak minta lebih. Tapi kalau dia menjauh berarti dia nggak mengenal konsep yang saya tawarkan, yah kalau gitu aja nggak sejalan gimana mau diseriusin? Lalu kalau dia menawarkan lebih, saya akan bid dengan penawaran “pacaran berkonsep friendzone” so none of us will get hurt. Gak usah terlalu banyak mikir sih, jalanin aja apa yang ada. :”)

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s